Spesial

Bennacer, Berkah Bagi AC Milan

Spread the love
Aljazair sukses menggondol gelar juara Piala Afrika dengan kemenangan 1-0 atas Senegal. Tidak hanya itu, tim berjuluk srigala gurun itu juga sukses menyabet gelar pemain terbaik atas nama Ismael Bennacer.

Aljazair meraih trofi di Kairo tadi malam berkat gol di awal babak pertama, tepatnya di menit ke-2.

Baghdad Bounedjah menyerobot bola di dekat garis lapangan dan menggiring bola ke arah kotak pinalti Senegal, tendangannya ter-defleksi oleh Salif Sane lalu melambung namun langsung menukik ke sudut kiri atas gawang, sebuah manuver bola yang tak mampu dijangkau oleh Alfred Gomis. Kiper SPAL itu hanya bisa menonton bola masuk ke dalam gawangnya.

Senegal sempat dianugerahi penalti karena bola menyentuh tangan Adlene Guedioura. Namun keputusan dicabut setelah wasit melihatnya lagi di VAR. Senegal sendiri banyak menyia-nyiakan beberapa peluang bagus lewat mantan striker Milan M’Baye Niang.

Pada pertandingan tadi malam, bintang timnas Senegal yang bermain untuk Napoli, Kalidou Koulibaly tidak bisa tampil di final karena mendapatkan skors dan hanya bisa menonton dari tribun.

Gelar ini adalah gelar Piala Afrika kedua bagi Aljazair, setelah mereka pernah memenangkannya pada tahun 1990.

Bagi Bennacer sendiri gelar ganda ini merupakan kegemberian tersendiri baginya. Kesuksesannya mengantar Aljazair menjuarai Piala Afrika mampu menjadi pelipur lara setelah musim lalu dia tak mampu menolong Empoli yang degradasi ke Serie B musim depan.

Sementara itu, gelarnya sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen, menegaskan bahwa AC Milan tak salah pilih meminang gelandang tersebut. Milan bahkan bisa dikatakan sangat beruntung bisa mendapatkan tanda tangan Bennacer, selain hargnya yang masih lumayan murah, yakni hanya berkisar 18 juta euro, usianya juga masih tergolong muda, yakni 21 tahun.

Salah satu rahasia suksesnya bermain gemilang bersama timnas Aljazair barangkali adalah gaya permainan timnas Aljazair yang menyerang dan atraktif. Tipe permainan seperti itulah yang ia peragakan musim lalu di Empoli. Dengan gaya permainan yang sama tentu akan sangat memudahkan bagi Bennacer untuk beradaptasi dan mengeluarkan penampilan terbaiknya.

Bennacer dinilai akan sangat cocok dengan skema permainan menyerang yang dijanjikan oleh pelatih baru Milan, Marco Giampaolo.

Publik sepakbola dunia sendiri dibuat terkesan dengan penampilan Aljazair kali ini karena mempertontonkan sepakbola menyerang dan atraktif meskipun di final Aljazair dipaksa untuk lebih banyak bermain bertahan.

3dente TV