Berita pilihan Spesial

Gabriel Barbosa, Kucing yang Kembali Menjadi Macan

Spread the love
Layaknya harimau berubah menjadi kucing, itulah perwujudan sosok pemuda asal Brasil, Gabriel Barbosa tatkala berpetualang ke benua Eropa. Barbosa yang digadang-gadang menjadi bintang yang bersinar terang mendadak kehilangan bara api dan redup. Itulah gambaran dari seorang Gabriel Barbosa saat membela Inter Milan dan Benfica medio 2016-2018.

Namun, kini kucing itu kembali berubah menjadi harimau yang ganas. Sosok Barbosa kembali ditakuti ketika dirinya kembali ke benua Amerika Latin. Kini, Gabriel Barbosa kembali menyala terang seperti bara api yang tidak akan padam, Barbosa menjelma menjadi pemuda paling dinanti oleh seluruh klub di Brasil.

Gabriel Barbosa yang sejak tahun 2018 kembali bermain di kampung halamannya, Santos, hari demi hari kembali menemukan jala gawang yang terus bergetar.

Flamengo kini seolah menjadi klub paling beruntung di Brasil. Pasalnya, klub dengan seragam strip merah hitam itu meraih kemenangan demi kemenangan dari gol demi gol melalui kaki seorang Gabriel Barbosa. Dari data yang dikutip dari situs transfermarkt, Barbosa kini sudah mencetak 15 gol dari 18 penampilan bersama Brasil. Sang pemuda itu kembali menegaskan bahwa dirinya pantas dipanggil dengan sebutan Gabigol.

Gabriel Barbosa, Kucing yang Kembali Menjadi Macan

Bahkan Calciomercato menyebutkan bahwa kini Gabigol berhak menyandang sebagai striker U-23 terbaik di dunia. Catatan gol Gabigol melewati catatan Dembele dari Lyon (104 gol), Mbappe dari PSG (102 gol), dan kompatriotnya Gabriel Jesus dari Manchester City (91 gol). Gabigol kini sudah mengoleksi sebanyak 111 gol sepanjang karir profesionalnya. 107 gol di antaranya dicetak ketika dirinya bermain di Brasil.

Gabriel Barbosa masih menyimpan koper di Giuseppe Meazza. Dirinya tercatat masih menjadi pemain Inter Milan sampai tahun 2022 mendatang. Apakah sebaiknya Inter kembali membuka pintu untuknya? atau sebaiknya biarkan sang macan terus tumbuh menjadi macan yang ganas dan menjualnya dengan nominal tinggi?

Detik demi detik, hari demi hari yang akan menuntun Gabigol menemui takdir hidupnya bersama Inter Milan. Sebuah klub yang tidak pernah ramah bagi banyak pemain muda seperti Gabriel Barbosa. Atau jangan-jangan habitat sang macan ini memang hanya di kampungya?

 

 

 

3dente TV