Berita pilihan Spesial

Mohammed Kallon Striker Pelapis Nan Spesial

Spread the love
Bagi anda penggemar Serie A medio 2000-an, pasti ada satu pemain yang akan selalu membekas di hati para pembaca semua, terutama bagi para fans Inter Milan. Dia adalah striker pelapis nomor empat yang justru berperan penting dalam torehan gol Inter Milan di musim 2001-2002. Dia adalah seorang muslim yang taat dari Sierra Leone, Mohammed Kallon.

Kallon didatangkan Inter Milan di musim 1995 dari Spanga. Namun, selama empat musim berturut-turut, Kallon dipinjamkan Inter Milan ke Lugano, Bologna, Genoa, dan Cagliari. Sebelum kembali ke Inter Milan di musim 2001, Kallon juga pernah membela Reggina dan Vicenza.

Di tahun 2001 takdir membawa Kallon bermain bersama tim utama Inter Milan. Sejatinya, Kallon hanya diproyeksikan sebagai pemain pelapis ke-3 atau ke-4. Bayangkan saja, Inter Milan saat itu mempunyai, Ronaldo, Cristian Vieri, Alvaro Recoba, Hakan Sukur dan Nicola Ventola. Hanya saja, takdir berkata lain, cedera yang membekap beberapa striker Inter saat itu memaksa seorang hector Cuper untuk memainkannya, tidak disangka di musim 2001-2002 itu, Kallon berhasil menjadi pencetak gol kedua terbanyak di klub dengan torehan 9 gol dari 29 laga.

Sayang, di musim 2002-2003 kallon dibekap badai cedera, Kallon hanya memainkan 9 laga saat itu. Hebatnya, Kallon masih bisa menyumbang 5 gol untuk Inter saat itu. Tanggal 27 September 2003 menjadi tanggal kelabu bagi Kallon, Kallon terdeteksi memakai zat terlarang dan dihukum tidak boleh merumput selama delapan bulan. Kallon masih sempat berduet dengan Obafemi Martins dan Adriano sebelum ceritanya bersama Inter saat itu selesai.

Kallon dikenal sebagai striker unik yang selalu memakai nomor punggung yang bukan khas pemain depan. Saat bermain bersama Reggina, Kallon menggunakan nomor punggung 2 dan menggunakan nomor punggung 3 selama berbaju Inter. Total, Kallon menyumbah 20 gol dari 64 penampilan untuk Inter Milan.

Kallon adalah tipe striker predator di dalam kotak pinalti lawan. Kallon sangat efektif memaksimalkan peluang menjadi gol ketika dirinya sudah berada di area 16. Sebagai pemain Afrika, Kallon jelas menjadi pemain dengan bekal kecepatan tinggi. Kallon juga dibekali dengan kemampuan menyundul yang hebat. Sedikit hal yang perlu pembaca tahu, saudara Mohammed Kallon pernah bermain di Liga Indonesia tahun 1996-1999. Musa Kallon pernah merumput bersama PSM Makkasar, Persikota Tangerang dan Persebaya Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *