Berita Preview Spesial

Passaportopoli, Skandal Sebelum Calciopoli Terjadi

Spread the love

Bukan Serie A Namanya kalau tidak akrab dengan skandal. Maklum saja, Italia adalah bumi mafioso. Sebelum adanya skandal pengaturan pertandingan atau yang biasa kita kenal dengan Calciopoli, Serie A terlebih dulu diserang dengan skandal Passaportopoli.

Passaportopoli adalah pemalsuan dokumen para pemain Amerika Latin yang berlaga di Serie A. Di musim 1999-2000, Serie A memberlakukan pembatasan kuota pemain non uni eropa. Hanya saja, Serie A waktu itu sangat kental dengan aroma Amerika Latin. Sehingga banyak klub merasa drugikan dengan keputusan tersebut.

Hal itu memicu kreatifitas bagi para pemain dan pengurus klub untuk mencari celah agar bisa lolos dari pembatasan pemain. Para pemain-pemain Amerika Latin itu berbondong-bndong mencari leluhur mereka di Eropa, sehingga mereka bisa mendapatkan paspor Eropa.

Sayangnya, banyak pemain yang saat itu menggunakan data bodong, mereka menuliskan silsilah palsu bahwa mereka adalah keturunan Spanyol atau Portuigis. Banyak nama beken yang terlibat skandal pemalsuan data leluhur ini. Di antaranya ada Juan Sebastian Veron, Avaro Recoba dan kiper AC Milan Nelson Dida.

Veron menjadi pemain yang paling disorot saat itu, pelatih AS Roma saat itu memprotes keras Lazio yang memainkan Veron dengan dokumen palsu. Tindakan Capello ini bisa dimengerti karena saat itu sang rival, Lazio merebut Scudetto. Capello menuduh Lazio melakukan kecurangan. Hanya saja, Capello harus menjilat ludahnya sendiri, tatkala pemainnya juga terbukti menggunakan paspor palsu.

Fabio Capello saat itu terlihat tidak konsisten dengan protes kerasnya, tatkala peraturan tentang pembatasan pemain non uni eropa diganti di tengah jalan. Saat itu, AS Roma harus menghadapi laga penting melawan Juventus. Capello saat itu bisa memainkan pemain andalannya yang berasal dari luar Eropa. Saat itu, Capello memainkan Hidetoshi Nakata, Marcos Assuncao, Walter Samuel,
Marcos Cafu dan Gabriel Batistuta. Hal itu membuat Juventus marah besar, pasalnya Hidetoshi Nakata berhasil mencetak gol penyeimbang dalam laga yang berakhir 2-2 tersebut. Saat itu, Juventus memiliki pemain non uni eropa yang kurang begitu berpengaruh dalam tim.

Pemain-pemain serie A yang terkena skandal pemalsuan dokumen adalah Alberto, Jorginho, Warley, Da Silva (Udinese), Dede, Jeda (Vicenza), Bartelt, Fabio Junior (Roma), Thomas Job, Ondoa dan Francis Ze (Sampdoria). Mereka semua diskors selama antara enam bulan dan satu tahun. hanya Veron yang saat itu dibebaskan.

Alvaro Recoba saat itu harus dihukum selama 6 bulan. Pada bulan Februari 2001, menjelang laga melawan Bologna, Recoba harus dicopot dari susunan pemain Inter kala itu dan dikembalikan ke Negaranya. Beruntung bagi Recoba, Inter masih setia menunggunya.

3dente TV